https://sudutkotanews.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Nasional
  • Riau
  • Hiburan
  • Politik
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Legislatif
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Siak
  • Lainnya
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohul
    • Rohil
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Meranti
    • Pelalawan

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Info Iklan

https://sudutkotanews.com

Info Iklan     Pedoman Media     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://sudutkotanews.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Riau
  • Hiburan
  • Politik
  • Ekbis
  • Olahraga
  • Legislatif
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Siak
  • Lainnya
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohul
    • Rohil
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Meranti
    • Pelalawan

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Home › Nasional › Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kelebihan Asupan Zat Besi? 
Nasional

Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kelebihan Asupan Zat Besi? 

Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:01 WIB,  
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Kelebihan Asupan Zat Besi? 

Foto Ilustrasi bahan makanan yang bagus untuk meningkatkan penyerapan zat besi. (Shutterstock/ratmaner) 

Sudutkotanews.com - Tubuh manusia punya mekanisme yang cukup unik untuk mengolah zat besi. Zat besi berperan penting bagi tubuh manusia. Namun, tidak hanya defisiensinya yang berakibat pada gangguan kesehatan, kelebihan zat besi juga memiliki risiko berbahaya. 

Tidak semua zat besi yang masuk ke dalam tubuh akan diserap. Zat besi yang terserap oleh tubuh hanya sekitar 14 sampai 18 persen dari total zat besi yang masuk, sedangkan sebagian besarnya akan diekskresikan dari tubuh. 

Hal yang menarik adalah ketika tubuh mendapatkan asupan zat besi yang lebih banyak daripada yang dibutuhkan, eksresi zat besi akan bertambah dan penyerapan zat besi terhambat. Kondisi ini disebut sebagai mucosal block, atau blokade mukosa. 

Mekanisme penyerapan zat besi 

Dikutip dari buku Williams Hematology Edisi Kesembilan (2015), zat besi diserap dalam bentuk molekul Fe2+ oleh sel-sel enterosit di usus halus. Sel enterosit adalah sel di permukaan usus halus yang berfungsi menyerap zat gizi dari makanan. 

Zat besi yang sudah diserap oleh sel enterosit akan disimpan dalam bentuk protein gabungan bernama ferritin, ataupun dipindahkan ke aliran darah dengan bantuan protein ferroportin. 

Zat besi dalam darah ini selanjutnya digunakan untuk kebutuhan pembentukan sel darah merah, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Namun, zat besi yang berada dalam darah juga akan ikut masuk ke hati. 

Di hati, zat besi ini akan diubah menjadi hepcidin, sebuah protein yang dapat menghambat fungsi kerja ferroportin. Hepcidin akan berikatan dengan ferroportin dan menyebabkan ferroportin pecah. 

Maka itu, ketika zat besi yang diubah menjadi hepcidin lebih banyak daripada sediaan protein ferroportin, zat besi dari sel enterosit tidak akan bisa dipindahkan ke darah dan digunakan oleh tubuh. 

Zat besi yang tertahan di sel enterosit selanjutnya akan dieksresikan melalui feses bersamaan dengan sel enterosit yang mati. 

Kondisi ini disebut sebagai mucosal block karena zat besi tertahan di lapisan mukosa usus halus, tempat sel enterosit berada, dan tidak bisa diserap lebih lanjut untuk digunakan tubuh. 

Gangguan kesehatan akibat kelebihan zat besi 
Dilansir dari National Institutes of Health, United States Department of Health and Human Services, Selasa (13/6/2023), orang dewasa dengan kesehatan pencernaan yang normal umumnya memiliki risiko kelebihan asupan zat besi yang rendah. 

Akan tetapi, apabila seseorang mengonsumsi suplemen zat besi di atas 25 mg, penyerapan seng sebagai mineral lain yang dibutuhkan tubuh akan menurun. 

Selain itu, konsumsi suplemen zat besi dalam dosis tinggi dapat memicu konstipasi, sakit perut, mual, muntah, dan diare. 

Adapun salah satu risiko fatal yang terjadi saat tubuh tidak bisa mengatur penyerapan zat besi dengan baik adalah hemokromatosis. Penyakit ini terjadi saat zat besi sudah menumpuk pada organ, seperti hati, pankreas, ataupun kelenjar di bawah otak. 

Penumpukan ini dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ, dan biasanya ditandai dengan perubahan warna tubuh menjadi warna kecoklatan seperti perunggu. 

Kerusakan yang terjadi misalnya ketika zat besi menumpuk di pankreas, pankreas tidak bisa memproduksi insulin dengan normal sehingga bisa menyebabkan diabetes. 

Kendati demikian, hemokromatosis umumnya disebabkan oleh kondisi genetik seperti mutasi pada gen yang mengatur penyerapan zat besi.


Sc: Kompas.com

Editor : Redaksi

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukrim

    Pemobil 'Maut' Tabrak Pemotor Bonceng 3 di Kemayoran Ditetapkan Tersangka!

    Selasa, 10 Okt 2023 | 09:41 WIB
  • Politik

    Komisi IV DPRD Pekanbaru Hearing dengan Dishub Bahas R-APBD 2024 

    Jumat, 06 Okt 2023 | 08:22 WIB
  • Politik

    Doni Saputra MH Laksanakan Sosialisasi Perda di Kecamatan Senapelan

    Kamis, 05 Okt 2023 | 08:13 WIB
  • Politik

    Anggota DPRD Pekanbaru Doni Saputra Laksanakan Penyebarluasan Perda Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial

    Rabu, 04 Okt 2023 | 08:04 WIB
  • Politik

    Sigit Yuwono Laksanakan Penyebarluasan Perda Retribusi Sampah

    Selasa, 03 Okt 2023 | 07:56 WIB
Space Iklan P10

RIAU

  • Pemprov Riau Sosialisasikan Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Pemprov Riau Sosialisasikan Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih

    Selasa, 20 Mei 2025 | 14:07 WIB
  • Gubri Abdul Wahid Luncurkan Program

    Gubri Abdul Wahid Luncurkan Program 'Bermarwah' Ringankan Pajak Kendaraan Riau

    Selasa, 20 Mei 2025 | 14:05 WIB
  • UAS Resmi Dilantik sebagai Direktur LP3N

    UAS Resmi Dilantik sebagai Direktur LP3N

    Rabu, 23 Apr 2025 | 16:18 WIB

NASIONAL

  • Siap-siap, Gaji Pekerja Swasta Dipotong Simpanan Tapera per Tanggal 10

    Siap-siap, Gaji Pekerja Swasta Dipotong Simpanan Tapera per Tanggal 10

    Selasa, 28 Mei 2024 | 12:38 WIB
  • Inilah Sebab-Sebab Terjatuh ke Dalam Kesyirikan (Bag. 1)

    Inilah Sebab-Sebab Terjatuh ke Dalam Kesyirikan (Bag. 1)

    Senin, 16 Okt 2023 | 09:51 WIB
  • Begini Cara Melacak Nomor HP Orang, Mudah Tapi Canggih

    Begini Cara Melacak Nomor HP Orang, Mudah Tapi Canggih

    Senin, 16 Okt 2023 | 08:30 WIB

POLITIK

  • Pemerintah Resmi Larang Perusahaan Tahan Ijazah Pegawai!

    Pemerintah Resmi Larang Perusahaan Tahan Ijazah Pegawai!

    Selasa, 20 Mei 2025 | 16:00 WIB
  • Irjen Pol Mohammad Iqbal Resmi Dilantik sebagai Sekjen DPD RI

    Irjen Pol Mohammad Iqbal Resmi Dilantik sebagai Sekjen DPD RI

    Selasa, 20 Mei 2025 | 14:51 WIB
  • Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Pelantikan PMP, Dorong Pemuda Jadi Motor Penggerak Kota Berbudaya

    Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Pelantikan PMP, Dorong Pemuda Jadi Motor Penggerak Kota Berbudaya

    Selasa, 20 Mei 2025 | 14:11 WIB
    sudutkotanews.com



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media     Info Iklan    

    sudutkotanews.com - All Right Reserved Desain by : Aditya